Laman

Rabu, 29 Juni 2016

Gerakan Peduli Imam



Assalamu’alaikum, gais.

Sudah saurkah? Siap puasa besok, kan?
Sudah disaur utangnya? Hayoo, segera disaur ya yang punya utang sama saya. Hehe


Gais, mau cerita tentang Imam nih.
Imam siapa? Pasti gak follow akun facebook saya ya? Makanya gak tahu. Emang lu siapa, Rita? minta di follow facebooknya hehe
Imam itu yang sedang sakit kanker tulang dan menyebar ke paru-paru.
Ok deh kalau belum tahu langsung aja check di wall facebook aku ya (Rita Secha)

****

Donasi dari teman-teman baik yang kukenal langsung maupun yang kukenal via media social seperti Facebook, twiteer, BBM. Dan juga penggalangan dana via website kitabisa.com/peduliimam
Baik yang aku todong maupun penggalangan dana secara langsung yang diadakan  di Kampus IAIN Raden Intan Bandar Lampung.

Donasi periode pertama terkumpul 7,5 juta sudah disalurkan langsung kepada orang tua Imam. Bocah SMP yang mengidap kanker tersebut pada hari senin 27 Juni 2016.

Sahabat saya dari KPKers Lampung Pipit Era Martina & Budi Priadi ikut serta saat silaturahmi sekaligus penyaluran donasi dari kawan-kawan bersama  DPD KWRI Lampung.
Malam ini aku dan  Nte Pipit (Panggilan sayang) baru sempat curhat perihat Imam. Maklum aku yang masih mengemban tugas Negara di Luar Negri dan Nte Mpit adalah seorang bidan yang super sibuk jadi harus cari waktu yang sama-sama free baru bisa leluasa curhatnya (Segeknyo cak wong penting bae kito berduo nih hehehe)

Menurut penuturan sahabatku bidan super sibuk tadi  kondisi Imam memang sudah subhanaAllah … Dengan kaki kanan yang telah diamputasi tahun lalu akibat kanker tulang, dan kini kanker itu telah menyebar ke paru-paru stadium akhir. Imam sudah melewati 12 kali kemoterapi, enam kali kemoterapi di Jawa dan enam kali kemoterapi di RS Metro-Lampung. 
Kaki kirinya sudah kaku terlihat tak berfugsi karena selalu ia tekuk sehingga mengakibatkan aliran darah tidak lancar. Ia menghabiskan 5 tabung oksigen setiap harinya.
Untuk berbicara pun ia tersenggal-senggal karena fungsi paru-parunya hanya tinggal 25% saja.
Imam akan berbicara meminta makanan ketika ia lapar atau meminta minum ketika ia haus. Serta minta dikompres ketika kepanasan atau meminta mengecilkan AC jika ia merasa kedinginan.
Sudah beberapa hari ini Imam tak mau makan nasi, ia makan apa yang ia minta itu pun tidak banyak. Terkadang ia minta bakso namun ketika telah dibelikan oleh ibunya Imam tidak memakannya. Tidurpun tak pernah bisa lama, hampir setiap 5 menit sekali ia terbangun.

Walau begitu Imam terlihat tetap semangat menjalani hidup dan semangatnya untuk sembuh luar biasa. Manusia hanya bisa berdoa dan berusaha InsyaAllah Allah akan berikan yang terbaik untuk Imam.
Alhamdullilah, ada teman dari Yayasan Kanker Indonesia, mereka siap membantu Imam. InsyaAllah secepatnya Imam mendapatkan obat kanker dari yayasan tersebut.
Mari kawan-kawan doakan Imam diberi jalan yang terbaik menurut Allah.
Bagi kawan-kawan yang masih ingin berdonasi bisa disalurkan langsung ke rekening

Bank Syariah Mandiri
No.Rek 7044855962
A.N Budi Priadi 
CP: 085788945573
 

Atau melalui website --
kitabisa.com/peduliimam


Terima kasih untuk semua semoga Allah membalasnya dan kita lakukan apa yang kita bisa.
Salam,
#GerakanPeduliimam

Taipei, 29 Juni 2016

Tidak ada komentar: