Laman

Kamis, 16 Juni 2016

Surat Untuk Mas Dari Adik [4]



Assalamualaikum, mas. 

 Apa kabar malam jumat ini? Gimana tadarusnya sudah sampai juz berapa? Adik sudah sampai Juz 4, lelet memang karena di awal Ramadan 6 hari diskon.

 Mas, aku nulis surat ini bukan ingin mengatakan kalau aku rindu atau apalah. Lagian rindu itu masih terhalang oleh  dimensi yang belum halal jadi aku tak ingin merindukan orang yang belum menghalalkanku insyaAllah.

 Aku menulis surat ini ingin bercerita sekelumit kisah masa lalu dan menyampaikan sesuatu yang menggelitik di dalam pikiranku menghadapi purna masa kerjaku di Taiwan. Sebenarnya aku yang memutuskan kontrak belum pada saatnya. Karena aku ingin segera mewujudkan apa yang teah lama bersarang di otak ini.

 Dulu ketika aku masih duduk di bangku SMA kan senang banget bermain dan belajar bersama adik-adik SD & SMP bahkan aku punya bimbel kecil-kecilan di lingkungan tempat tinggalku (Baca: desa dimana aku tinggal).
Aku tak pernah meminta upah, namun begitu orang tua mereka ada yang berbaik hati memberikan sebagian rizkinya kepadaku.

 Aku mengajarkan mengerjakan PR mereka bersama, melatih mereka berbicara di depan teman belajar, belajar nari tarian tradisional tari Jawa, Sumatra dan Bali. Bahkan berenang bersama di ledeng aliran air ke sawah.

 Mas, aku pernah menuliskan cita-citaku ingin menjadi seorang guru tapi lupa kapan dan kutaruh dimana tulisan itu. Namun sekarang ini keinginan itu memudar seiring banyaknya kasus guru dipenjara hanya karena mencubit atau sekedar memukul muridnya yang bandel. Bahkah ada orang tua membalas memotong rambut guru karena anak kesayangan terkena razia rambut gondrong. Miris ya, mas.

 
 Apa iya aku berhenti berbagi ilmu yang kumiliki? Walau aku tahu ilmuku tak seberapa masih terbatas ilmu yang kupunya. Tapi bukankah lebih baik sampaikan walau satu ayat? Mas, Aku masih ingin berbagi ilmu yang aku tahu, inspirasi, pengalaman dan semangat memperjuangkan hidup yang pernah kualami kepada anak-anak, kepada siapa pun, kapan pun dan dimana pun.
Dengan tidak sebatas guru di kelas saja agar ruang gerakku tak terbatas, aku ingin bebas tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.

 Alhamdullilah tahun ajaran baru ini aku punya adik-adik angkat. Mereka siswa SD, SMP & calon siswa SMA.  Akan kulanjutkan kegiatanku yang pernah terhenti oleh keadaan.
Mas, kelak ketika kau temukanku dengan segala hoby dan kegiatanku (Baca: Kegiatan positif) kamu akan mendukungku bukan? Pastinya, dengan catatan tidak mengabaikan kewajiban utamaku, bukan begitu.

 Yasudah, mas.
Selamat malam. Keep fight ya, masku.

Salam
Dariku yang mencintaimu karena Allah,
Adikmu yang manis.


Taipei, 15 Juni 2016



 



Tidak ada komentar: