Assalamualaikum, mas.
Entah mengapa pertama ramadhan tahun ini tiga malam berturut~turut adik memimpikan dirimu. Adik, bertanya apakah wajahmu yang Allah lukis di lauh mahfudzh?
Mas, adik yakin di mana pun kini kau berada apa pun yang kau lakukan pasti sama denganku karena kau separuh dari jiwaku. Mas sedang berjuang untuk menjemputku suatu ketika kelak bukan?
Mas, maafkan adik ya. Jika kelak mas menemukanku tidak sempurna. Tulang rusuk yang bengkok ini.
Ini bukan surat pertamaku memang… Dulu beberapa tahun lalu aku pernah mengirimkan surat padamu mungkin kini sudah tersimpan di atas langit tempat tinggalmu.
Adik, hanya ingin mengabarkan keadaan adik saat ini sehat wal afiat, makin semangat, awet muda karena adik rajin olahraga juga rajin makan buah dan sayur yang tak kalah penting adik selalu memohon padaNya.
Mas di sana juga rajin ibadahkan? Tidak merokok? Mas tahu, kalau adikmu ini tidak suka bau rokok, kan? Mas masih berjalan di jalanNya bukan?
Adik yakin mas lakukan semua itu demi kebaikan mas sendiri. Demi ibadah karenaNya. Jadi tak perlu adik risaukan hal itu.
Baiklah! Selamat siang mas. Jaga diri baik~baik di sana ya. Sabar dan teruslah berdoa kelak jika waktunya tiba kita akan segera dipertemukan dan disatukan atas ridhoNya.
Salam, dariku yang mencintaimu karena Allah
Adikmu yang manis
Taipei, 08 Juni 2016
#Surat_Untuk_Mas_Dari_Adik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar