Bismillahirohmanirohim,
Hi sob, pernahkah kalian merenung untuk
apa kita diciptakan, mengapa kita dipertemukan atau dikenalkan dengan
orang-orang disekitar kita baik itu orang jahat, orang baik atau orang yang sayang
pada kita? Sedih jika terkadang aku tak dapat menemukan jawaban atas
renungan-renungan itu namun itulah fitrahnya aku hanya sebagai manusia biasa,
aku hanya berusaha berbaik sangka padaNya dan yakin bahwa segala sesuatu
kejadian yang kita alami itu sudah dengan rahmat, perhitungan serta ilmuNya.
Siapa manusia di atas bumi ini yang
tidak mengalami permasalahan, setiap orang pasti menghadapi problematika ada
yang diliputi kesedihan kekurangan financial, ada yang sedih memikirkan hutang
yang bertumpuk-tumpuk, ada yang gundah gulana karena jodoh tak kunjung datang
(bukan saya loh ..hehe, insyaAllah saya bersabar dengan berharap padaNya),
sedih karena sudah bertahun-tahun belum memiliki keturunan dan ada juga yang
bersedih karena menderita penyakit yang sangat berbahaya. Dari berbagai
problematika ini kita tentunya mencari solusi untuk bisa keluar dari
permasalahan tersebut.
“Well… karena kita manusia memang harus berusaha.”
Namun solusi yang utama adalah Do’a, kalau kata ustadz ana (Yusuf Mansur) “Do’a~ikhtiar~Do’a.”
inilah solusi yang utama yaitu do’a sebelum solusi yang lain dilakukan.
Aku teringat status fb yang selalu
diupdate oleh account facebook “LKU KorSel”
entah siapa adminnya namun statusnya sering diposting yaitu:
“ Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali do'a dan tidak ada yang menambah
umur kecuali kebaikan.” (HR.
At-Tirmidzi).
Aku
orang yang setia kasih jempolan untuk status tersebut, jujur beberapa tahun terahir ini (-/+ 2 atau
3 tahunan terahir) jempol saya hati-hati untuk meng’like status di Fb #Takut
jika nanti harus mempertanggung jawabkan karena meng’like hal-hal yang …. “Ngertikan
sob?”
Yaelah segitunya? Ya, aku kan hanya berusaha berhati-hati sob.
Kenapa tidak ditinggalkan saja facebooknya kalau takut ini dan itu?
Susah sob, lagian banyak group-group penting di dalamnya berkaitan dengan
kuliahku. Hari gini tidak punya facebook? Apa kata dunia?
Hah, hari gini facebook untuk memposting kemesraan dengan pacar terus kamu like
pake dikomentari , terus kamu kepingin, apa kata ahirat?.... :d d, sudah-sudah
lupakan. Yang jelas tergantung kita yang memanfaatkan sosmed itu sendiri.
“Kembali ke laptop,” Ala Tukul Arwana.
Kembali tentang do’a adalah senjata
utama orang mukmin untuk menyelesaikan problematika juga dijelaskan oleh Allah melalui firmanNya, "berdoalah
kamu kepadaku,niscaya kuperkenankan permintaan kamu itu" (AL-mu'min : 60).
Aku yakin banget kekuatan do’a
mengalahkan segala-galanya kalaupun do’a kita tidak dikabulkan di dunia itu
sudah menjadi ibadah kita dan akan mendapat balasanNya di ahirat kelak.
Bukankah sebaik-baiknya tempat tinggal kita yaitu diahirat?
(Kalau tidak salah dengar tausyiahnya begitu hehe. Aku kan menyampaikan apa yang
pernah kudengar, kubaca walau itu hanya satu ayat #Bismillah)
Aku punya pengalaman tentang do’a nih
sob, dulu sejak lulus SD kan aku sudah ditinggalkan oleh orang tuaku dan diasuh oleh saudara dari ibuku, aku memanggil
beliau P’de & Bu’de. Hampir semua
teman sekolahku itu anak orang berada, segala sesuatu sepertinya tercukupi tapi
tidak untuk aku.
Aku tidak merasa minder atas semua itu,
aku hanya memohon padaNya agar diberi kelebihan berfikir diatas rata-rata
teman-temanku.
Setiap sehabis sholat pagi, siang, sore & malam do’aku itu..itu aja.
Alhasil saat kelas dua MTsN aku terpilih menjadi siswa teladan tingkat
kabupaten, dan lulus MTsN dengan danim tertinggi di sekolahku. Aku baru nyadar/ngeh
ahir-ahir ini aja (Setelah mendengarkan tausyiah di yutobe). Apakah itu jawaban
atas do’aku ?
So buat sahabat-sahabatku yang kucintai
karena Allah, jangan bersedih ya jika sedang dihadapkan dengan peliknya
kehidupan ini. Allah sayang sama hambaNya.
Dia tak akan memberikan cobaan diatas kemampuan kita.
Mari bersama-sama muhasabah diri, Allah suka dengan hamba yang selalu meminta
padaNya.
Semoga kita termasuk orang-orang yang
sabar, dan bersyukur atas apa saja yang kita hadapi.
Semoga Allah memberikan kekuatan kita selalu di JalanNya untuk menggapai
kerhido’anNya walau kita tertatih-tatih.
“Perjuangan itu pahit, mengamalkan itu berat namun kita harus yakin bahwa Ridho
serta surgaNya itu amat sangat manis.”
Sob, bukan berarti aku ingin menggurui kalian dengan tulisan-tulisanku. Namun
aku hanya berusaha menyampaikan dan mengajak teman-teman, kita melangkah
bersama ke surga #Aamiin ya Rabb.
Taipei, Minggu 13 April 2014 (22:00)
Kisah nyata, terjadi di Pakistan.
Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport.
Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran,
yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.
Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tibs diumumkan bahwa
pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.
Beliau mendatangi ruangan
penerangan dan berkata: Saya ini dokter special, tiap menit nyawa
manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu
pesawat diperbaiki dalam 16 jam?
Pegawai menjawab: Wahai dokter,
jika anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil, tujuan anda tidak jauh
lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.
Dr. Ishan setuju
dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit,
tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang
mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.
Setelah berlalu hampir 2
jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat
sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah
tersebut dan mengetuk pintunya. Terdengar suara seorang wanita tua:
Silahkan masuk, siapa ya? Terbukalah pintunya.
Dia masuk dan meminta
kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam telponnya.
Ibu itu tersenyum dan berkata: Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada
dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian,
masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh
dan sedikit makanan utk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda.
Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan
hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan
mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak diatas kasur
disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu
tersebut melanjutkan sholatnya dengan do'a yang panjang.
Dokter
mendatanginya dan berkata: Demi Allah, anda telah membuat saya kagum
dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab
do'a-do'a anda.
Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil
yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do'a-do'a saya
sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.
Bertanya Dr. Ishan: Apa itu do'anya?
Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia
menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada
disini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang
akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia
tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke
sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo'a
kepada Allah agar memudahkannya.
Menangislah Dr. Ishan dan berkata
sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi
Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki
lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, Hanya untuk
mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu,
sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya
yang mu-min dengan do'a.
Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.
Kesimpulan:
Jangan pernah berhenti berdo'a sampai Allah menjawabnya.
sumber: KPMI (yang kubaca hari ini melalui postingan Dokter Wira)
SubhanaAllah