Laman

Minggu, 13 April 2014

Do'a Merubah Segalanya, Benarkah? Buktikan Saja!

Bismillahirohmanirohim,


 Hi sob, pernahkah kalian merenung untuk apa kita diciptakan, mengapa kita dipertemukan atau dikenalkan dengan orang-orang disekitar kita baik itu orang jahat, orang baik atau orang yang sayang pada kita? Sedih jika terkadang aku tak dapat menemukan jawaban atas renungan-renungan itu namun itulah fitrahnya aku hanya sebagai manusia biasa, aku hanya berusaha berbaik sangka padaNya dan yakin bahwa segala sesuatu kejadian yang kita alami itu sudah dengan rahmat, perhitungan serta ilmuNya.

 Siapa manusia di atas bumi ini yang tidak mengalami permasalahan, setiap orang pasti menghadapi problematika ada yang diliputi kesedihan kekurangan financial, ada yang sedih memikirkan hutang yang bertumpuk-tumpuk, ada yang gundah gulana karena jodoh tak kunjung datang (bukan saya loh ..hehe, insyaAllah saya bersabar dengan berharap padaNya), sedih karena sudah bertahun-tahun belum memiliki keturunan dan ada juga yang bersedih karena menderita penyakit yang sangat berbahaya. Dari berbagai problematika ini kita tentunya mencari solusi untuk bisa keluar dari permasalahan tersebut.
“Well… karena kita manusia memang harus berusaha.”
Namun solusi yang utama adalah Do’a, kalau kata ustadz ana (Yusuf Mansur) “Do’a~ikhtiar~Do’a.” inilah solusi yang utama yaitu do’a sebelum solusi yang lain dilakukan.

 Aku teringat status fb yang selalu diupdate oleh account facebook “LKU KorSel”  entah siapa adminnya namun statusnya sering diposting yaitu:

“ Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali do'a dan tidak ada yang menambah umur kecuali kebaikan.”  (HR. At-Tirmidzi).

  Aku orang yang setia kasih jempolan untuk status tersebut, jujur beberapa tahun terahir ini (-/+ 2 atau 3 tahunan terahir) jempol saya hati-hati untuk meng’like status di Fb #Takut jika nanti harus mempertanggung jawabkan karena meng’like hal-hal yang …. “Ngertikan sob?”  
Yaelah segitunya? Ya, aku kan hanya berusaha berhati-hati sob.  
Kenapa tidak ditinggalkan saja facebooknya kalau takut ini dan itu?
Susah sob, lagian banyak group-group penting di dalamnya berkaitan dengan kuliahku. Hari gini tidak punya facebook? Apa kata dunia?
Hah, hari gini facebook untuk memposting kemesraan dengan pacar terus kamu like pake dikomentari , terus kamu kepingin, apa kata ahirat?.... :d d, sudah-sudah lupakan. Yang jelas tergantung kita yang memanfaatkan sosmed itu sendiri.
“Kembali ke laptop,” Ala Tukul Arwana.

 Kembali tentang do’a adalah senjata utama orang mukmin untuk menyelesaikan problematika  juga dijelaskan oleh Allah melalui firmanNya, "berdoalah kamu kepadaku,niscaya kuperkenankan permintaan kamu itu" (AL-mu'min : 60).  

 Aku yakin banget kekuatan do’a mengalahkan segala-galanya kalaupun do’a kita tidak dikabulkan di dunia itu sudah menjadi ibadah kita dan akan mendapat balasanNya di ahirat kelak. Bukankah sebaik-baiknya tempat tinggal kita yaitu diahirat?
(Kalau tidak salah dengar tausyiahnya  begitu hehe. Aku kan menyampaikan apa yang pernah kudengar, kubaca walau itu hanya satu ayat #Bismillah)

 Aku punya pengalaman tentang do’a nih sob, dulu sejak lulus SD kan aku sudah ditinggalkan oleh orang tuaku dan  diasuh oleh saudara dari ibuku, aku memanggil beliau P’de & Bu’de.  Hampir semua teman sekolahku itu anak orang berada, segala sesuatu sepertinya tercukupi tapi tidak untuk aku.
Aku tidak  merasa minder atas semua itu, aku hanya memohon padaNya agar diberi kelebihan berfikir diatas rata-rata teman-temanku.
Setiap sehabis sholat pagi, siang, sore & malam do’aku itu..itu aja. Alhasil saat kelas dua MTsN aku terpilih menjadi siswa teladan tingkat kabupaten, dan lulus MTsN dengan danim tertinggi di sekolahku. Aku baru nyadar/ngeh ahir-ahir ini aja (Setelah mendengarkan tausyiah di yutobe). Apakah itu jawaban atas do’aku ?
 

 So buat sahabat-sahabatku yang kucintai karena Allah, jangan bersedih ya jika sedang dihadapkan dengan peliknya kehidupan ini. Allah sayang sama hambaNya.
Dia tak akan memberikan cobaan diatas kemampuan kita.
Mari bersama-sama muhasabah diri, Allah suka dengan hamba yang selalu meminta padaNya.

 Semoga kita termasuk orang-orang yang sabar, dan bersyukur atas apa saja yang kita hadapi.
Semoga Allah memberikan kekuatan kita selalu di JalanNya untuk menggapai kerhido’anNya walau kita tertatih-tatih.

“Perjuangan itu pahit, mengamalkan itu berat namun kita harus yakin bahwa Ridho serta surgaNya itu amat sangat manis.”

Sob, bukan berarti aku ingin menggurui kalian dengan tulisan-tulisanku. Namun aku hanya berusaha menyampaikan dan mengajak teman-teman, kita melangkah bersama ke surga #Aamiin ya Rabb.


Taipei, Minggu 13 April 2014 (22:00)





Kisah nyata, terjadi di Pakistan.

Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.

Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tibs diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.
Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?
Pegawai menjawab: Wahai dokter, jika anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil, tujuan anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.
Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.

Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya. Terdengar suara seorang wanita tua: Silahkan masuk, siapa ya? Terbukalah pintunya.
Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam telponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata: Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda.

Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do'a yang panjang.

Dokter mendatanginya dan berkata: Demi Allah, anda telah membuat saya kagum dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab do'a-do'a anda.
Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do'a-do'a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.
Bertanya Dr. Ishan: Apa itu do'anya?

Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo'a kepada Allah agar memudahkannya.

Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, Hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do'a.
Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.

Kesimpulan:
Jangan pernah berhenti berdo'a sampai Allah menjawabnya.

sumber: KPMI (yang kubaca hari ini melalui postingan Dokter Wira)

SubhanaAllah