Laman

Jumat, 07 Oktober 2016

Goresan Penaku

 Goresan Penaku 
~
~
~

Kuukir untaian kata melalui goresan penaku. 
Diatas buku harianmu. Setiap kali kita jumpa, sebab apa? Tahukah kamu? 
Kuharap engkau membaca, pahami dan sampai ke hati. 

Nanti. Goresan penaku itu akan menyelinap diantara kisah perjalanan dua insan yang menyatu menapaki janjimu ketika adzan berkumandang di tepi sungai pinggir jalan sore  itu. 

Setiap detakan waktu. 
Bergulir merenggut satu demi satu keegoisan. 
Dengan kerendahan diri kita menerima penuh sedia dan semoga. 
Niat baik untuk beribadah selalu terpelihara. 

Semoga. Semua goresan penaku hanya pengingat. 
Pada niat kita berdua. 

Semoga. Goresan penaku hanya penanda. 
Pada misi~visi pengikat halalnya cinta kita. 
Sejatinya Allah pemilik kuasa. 
Kau. Sudah memilihku. 
Aku. Menerimamu. 

Goresan penaku ini sering kali mencuri rindu. 
Aku terkadang takut atas rindu yang belum kau ikat janji sakral pernikahan. 

~~~ 

Lampung Timur, 07 Oktober 2016 

#CahayaBintangSirius

Kamis, 06 Oktober 2016

Kamis Romantis

Di depan rumah warga. Hujan turun lebat sekali seolah ia berlari mengejar cita~cita. Seakan ia bergegas menemui seseorang tuk dijadikan pendamping hidup. Jangan sampai salah langkah! 

Hujan. Membasahi jalan berlubang, kering dan bebatuan. 
Air. Menawarkan bait~bait kesejukan namun menjadikannya becek, licin yang mengancam keselamatan pengguna jalan. 
Air pula kemudian menyeka jalan yang tak terjamah perhatian pemerintah. 

Tempias hujan membasahi jalan bungkam. Hanya menatap pasrah. 
Menciptakan butiran embun seolah ia akan berkata, "wahai sang penguasa, kapan kau akan benahi jalan ini?" 

Jalan. Hanya bisa menerka mungkin esok atau lusa sang penguasa akan mengucurkan dana. 

Waktu. Detaknya mengulirkan tawa. Detik, menit dan jam hanya menjelaskan apa yang terjadi di negri ini. Penguasa sibuk berebut tahta dan harta negara.  

Lampung Timur, 06 Oktober 2016 

#KamisRomantis 


#SajakCintaDariDesa