Laman

Selasa, 29 Desember 2015

"Dan apabila Aku sakit, maka Dialah yang akan menyembuhkanku." (QS.Asy Syu'ara:80)


Bismillahirohmanirohim,

Dari mana aku harus menceritakan pengalaman hidup ini? Yang selama ini aku pendam, hanya ada 1 orang yang tahu karena waktu itu aku bener-bener sedang down dan butuh banget seseorang buat aku pinjami bahu sekedar bersandar dan bercerita tapi mungkin saat itu aku bingug aja. Namun kali ini aku bercerita semoga dengan pengalaman yang pernah aku alami ini bisa dijadikan bahan untuk bisa diambil hikmahnya dan hati-hati menjaga kesehatan. Bukan untuk mempublis rahasia pribadi dan meminta belas kasihan demi Allah bukan itu inshaAllah.

Akhir 2011
Aku berencana untuk pulang ke Indonesia untuk melanjutkan studyku yang sempet tertunda karena masalah biaya. Namun niat itu aku urungkan karena ternyata di Taiwan pun bisa melanjutkan pendidikan kita walau sambil bekerja.

Aku merasa bahagia bukan main karena cita-citaku untuk kuliah bisa terwujud, namun semakin ke sini aku merasa salah ambil jurusan, merasa kewalahan dan susah untuk beradaptasi. Istirahat kurang apalagi kalau dapat shift malam paginya harus ada ujian itu terkadang aku ingin menyerah saja, berkali-kali aku ingin keluar dari kuliah.
Namun beberapa temanku selalu memberikan semangat agar aku tetap bertahan.

Setelah ujian smester awal aku jatuh sakit, saat itu aku hanya berobat di klinik biasa dan konsultasi keluhanku yang sering lemas, pusing, sakit perut tak bertenaga…. Ah, biasa penyakit ringan.
Ok…. Done! Sembuh masih bisa melanjutkan aktifitas seperti biasa. Kuliah, kerja, organisasi dan kegiatan pribadi masih fine-fine aja.

Juni 2012
Kambuh lagi sakit kali ini udah gak ketahan, aku ganti dokter dan  registrasi ke dokter yang bagus di RS aku bekerja Zhong Xiao.
Saat itu juga aku melakukan serangkaian test termasuk PAP SMEAR, USG dan kawan-kawannya.
Setelah hasil test nya keluar dokter mengatakan rahimku…. Oh no! saat kudengar penjelasan dokter dunia seakan runtuh, gelap dan darahku seakan seketika itu berhenti. Tapi aku berusaha tersenyum di depan dokter dan suster yang ada di sampingnya.

Sejak saat itu aku menjalani terapi 3 bulan sekali selama 1,5 tahun lamanya. Dan check up setiap 2 minggu sekali. Ketahuilah gais terapi apa aku pun tak begitu paham aku hanya bilang ke dokter yang menanganiku lakukan yang terbaik dan ketika terapi itu tiba sakitnya luar biasa rasanya badan kesetrum listrik terkadang tak ketahan aku pun menjerit karena merasa sakit dan panas yang luar biasa.

Dalam kurun waktu 1,5 tahun itu sejak pertama aku diponis…. (Aku gak mau sebutin itu lagi Semoga hanya aku yang merasakan jangan sampai keluargaku yang lainnya atau sahabat-sahabatku karena waktu itu dokter hampir nyerah menanganinya)
Tapi aku tetap punya keyakinan Allah yang akan menyembuhkan! Setiap hari aku berdo’a karena aku tau hanya do’a yang akan merubah segalanya. Setiap hari aku baca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan menyediakan air minum setelah kubacakan yasin maka ku minum tak lupa kubaca bismilah setiap hari, setiap saat tak henti kuberdo’a Saat aku berjalan, saat aku belajar, saat aku kemana pun karena kita keluar dari rumah untuk mencari nafkah sudah termasuk ibadah maka di saat inilah do’a-do’a kita inshaAllah diijabah oleh Allah, setiap saat aku memohon agar Allah mengangkat penyakit yang kuderita hingga keakar-akarnya. Usaha manusia, dokter hanya 1% selebihnya hak Mutlak bagi Allah mau diapakan hambanya ini. Aku masih ingin hidup lebih lama lagi, aku masih ingin bermanfaat untuk sesama lebih lama lagi,…. Aku ingin memiliki keturunan yang sholeh dan sholeha.

“Ya Rabb, ampuni segala dosa hamba, Ampuni hamba jika semua keinginan hamba ini menjadi murkaMu Ya Allah, Jika memang sakit ini adalah kehendakMu agar hamba lebih dekat denganMu jika Engkau lebih ridho hamba hanya bisa pasrah jika Engkau ingin mengambil nyawaku. Namun jika hamba boleh memohon Ambillah hamba dalam keadaan khusnul khotimah dan ketika hamba telah kembali ke Indonesia. Dan jika hamba boleh memohon lagi ya Rabb. Sembuhkan hamba, berilah hamba kesempatan untuk bisa bermanfaat lebih lama lagi di dunia ini, beri hamba kesempatan  untuk menjadi seorang ibu, Ibu yang bisa mendidik putra-puutri hamba mengantarkan mereka menjadi pejuang agamu, pejuang ibu pertiwi.”



2014 Awal
Setelah melakukan test lagi Alhamdullilah aku dinyatakan sembuh total. Sampek dokter yang menanganiku memberikan ucapan selamat dan bener-bener di luar kemampuan ku untuk berfikir.
Betapa aku bahagia Allah memberikan kuasanya. Yang selalu aku mohon saat kuberdo’a, “Tunjukkan kekuasaanMu ya Rabb, sakit ini datangnya dari Engkau dan aku pun yakin Engkau yang akan menyembuhkanku.”

Alhamdullilah sehat walafiat.

*************************


September 2015

Aku biasa setiap hari olahraga minimal 30menit terkadang senam kebugaran, renang, fitness, atau bersepeda keliling taman.
Sore itu aku senam dengan diiringi music Aerobik, saat sedang asyik-asyiknya senam.

Sengkriiiiiiing….! Bagian paha belakang terasa tergelincir dan sedikit nyeri.

“Waduh,aku sepertinya keseleo ini,” pikirku dalam hati.

Aku terus menggerak-gerakkan ringan ke depan, belakang dan samping. Namun tetap saja ngilu.
Malam harinya aku tempeli semacam salonpas tapi yang made in Jepang dikasih sama suster orang Taiwan teman kerjaku.
Namun sudah satu minggu tetap saja kurasakan sakit bahkan untuk jongkok atau mengambil sesuatu di lantai sakit. Dan rasa sakit itu semakin hebat tatkala aku datang bulan sakitnya menjalar di perut sebelah kanan bagian bawah.

#JLeeeeb…. (Pikiranku mengingat kilas balik  2012-2014)


“Waduh, Harus segera periksa ke dokter ini!”


16 September 2015
Aku langsung konsultasi ke dokter dan dokter langsung melakukan serangkaian test USG

“Udah 4 cm ini Ovarian Cyst, harus dioprasi Segera Rita,” katanya.


“Ada jalan lain selain oprasi dok?” Tanyaku.

Kenapa aku tidak langsung mengiyakan saja aku piker, aku masih muda dan belum pernah hamil masak iya rahimku mau diutak-atik walau pun aku tau peralatan di Taiwan ini serba canggih dan itu aku tau hanya oprasi ringan. Tapi …… (Perutku yang mulus ntar kesayat-sayat dong trus ada bekas oprasinya yeah jadi gak mulus lagi….. aih sakit juga masih mikirin bantuk tubuh. …Rita…rita….. )

Tapi bukan itu juga sih yang aku pikirkan. Aku masih punya Allah yang akan aku mohon lagi. Ini kan baru diagnosa manusia. Aku harus lapor dulu ke Allah.

“Dok, beri aku waktu paling lama 3 bulan ya,” pintaku.

“Jangan Terlalu lama nanti bisa pecah di dalam semakin bahaya! Jawabnya.

Dokter ini baik hati, ramah yang selama ini menanganiku aku merasa nyaman seakan punya dokter pribadi. Wajahnya teduh dan selalu tersenyum dan tatapannya menenangkan.

“Baiklah 15 Desember kamu balik lagi ke sini ya,” Pintanya.

“Baik dok,” Jawabku.

Diperjalanan pulang cuaca yang dingin, kali ini aku mendengar diagnose Ovarian Cyst 4 cm biasa saja tidak seperti ketika aku mendengar diagnose pada tahun 2012 kala itu.
Namun tidak dipungkiri aku wanita biasa yang punya sisi lemah cuaca yang mendung rintik-rintik hujan. Saat mustajab untuk berdo’a inshaAllah.

Aku biarkan badanku kehujanan, “Ya Allah… Lihatlah hambaMu yang lemah ini, berjalan sendiri di negri orang tanpa sanak-family menghadapi ujian demi ujianMu kuatkan hamba ya Allah. Genggam hamba, rangkul hamba selalu di jalanMu. Alhamdullilah hingga saat ini hamba masih merasakan nikmat yang Engkau berikan, masih bernapas Engkau beri kesempatan untuk hidup. Ya Allah tanpa kuutarakan Engkau pun tahu bahwa aku ingin sekali pulang ke Indonesia dan mengakhiri zona nyaman yang Engkau berikan ini. Aku hanya menunggu sebentar lagi agar kubisa menyelesaikan kuliahku ya Allah. Ya Rabb, jika Engkau berkenan hamba mohon kesembuhan jangan Engkau beri sakit yang hamba tidak kuat untuk menjalaninya, Jangan Engkau berikan penyakit yang akan memberikan pengaruh pada putra-putriku kelak. Jika Engkau ridho member kesempatan hamba menjadi seorang ibu yang melahirkan putra-puti yang sehat dan cerdas maka hamba mohon ya Rabb… bersihkan semua penyakit yang di diagnose oleh dokter itu dari seluruh tubuhku. Hamba mohon ya Allah. Ampuni hamba jika permintaan hamba ini menjadi murkaMu.”

Tak terasa aku berjalan pulang sambil bercucuran air mata. Sesampainya di Asrama aku mencari informasi seputar Ovarian cyst dan seakan bergerak sebisa mungkin, olahraga makanan semua kuperhatikan dan tak henti-hentinya aku berdo’a setiap saat, setiap hari karena aku berkeyakinan Allah maha segala-galanya.

15 Desember 2015
Aku hanya konsultasi ke dokter seputar yang aku rasakan dan kembali USG lagi kemudian ia memberikan resep obat dan menyuruhku kembali lagi tanggal 29 Desember 2015 jika tidak ada perubahan maka akan dijadwalkan oprasi pengangkatan Ovarian Cyst tersebut.

Aku masih memiliki keyakinan Allah akan mengangkat semua penyakitku. Setiap hari aku mengkonsumsi makanan yang disarankan oleh dokter just buah dan sayuran serta makanan yang hanya direbus tidak makan daging-dagingan, gorengan dan makanan yang mengandung lemak dan pedas semua aku hindari.

Tanggal 23 Deseber 2015
Aku mengalami sakit perut yang luar biasa seharian sampai gak kuat jalan bahkan ke kamar kecil pun aku berjalan membungkuk sambil memegangi perut karena sakit yang luar biasa. Aku hanya berbaring di tempat tidur kaki tak bertenaga gumpalan darah hitam keluar banyak dibarengi keringat dingin  sejagung-jagung.
Hanya do’a yang menguatkanku, “Ya Rabb, Aku yakin Engkau sayang semua hambaMu… Jika Engkau cabut nyawaku maka cabutlah aku dalam keadaan khusnul khatimah. Jika permintaan hamba membuat murka bagiMu ampuni segala dosa hamba ya Allah.”
Setiap saat aku hanya mampu berdzikir karena aku sudah tak kuat lagi hanya terbaring di tempat tidur semua teman sedang bekerja dan aku tak pernah member tahukan sakitku kepada siapa pun.
Pas hari itu kalau tidak salah Bos Iwax ( mas Hendri lagi bahas pesanan Tshirtku) tapi aku gak focus menjawab messenger dari dia.  Sampai aku ngetik balasan salah-salah. Karena memang aku sambil menahan sakit yang luar biasa.

24 Desember 2015
Masih sakit tapi tidak begitu hanya sesekali mules dan perut sebelah kanan kram (Sedut…slemet…slemet) kalau udah begitu gumpalan darah keluar lagi dibarengi keringat dingin sampek mringis-mringis rasanya.

“Ya Allah, mungkin ini kau uji hamba nanti ketika melahirkan seperti inilah rasanya.”


29 Desember 2015
Setelah melakukan USG Alhamdullilah
Hasilnya normal, Sempet melihat wajah dokter yang tersenyum dan mengakatan,
“Selamat, kamu luar biasa! Pasti kamu kesakitan ya.”

“Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Ibu, Ingin sekali aku memelukmu…. Betapa pegorbananmu begitu besar dulu ketika mengandungku, melahirkanku namun aku tak pernah diberi kesempatan untuk merawatmu. Engkau pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya ketika aku masih kecil dan belia.
Semoga Allah member tempat yang layak  bagimu ibu, I realy love you.


Senin, 14 Desember 2015

Hal Sederhana Untuk Manfaat Luar Biasa



Plastic Bag Buatan sendiri dari plastik payung yang sudah rusak penyanggahnya


Assalamu’alaikum gais?

Apa kabar? Sehat selalu kan *Aamiin
Di Taiwan musim dingin nih gais Tapi aku belum merasakan dingin sama sekali padahal ini sudah bulan Desember dulu 5 atau 7 tahun yang lalu ketika awal aku di Taiwan bulan September aja sudah berasa banget dinginnya sekarang aku masih nyalakan AC di kamar.

Ketika aku cari tau dari berbagai sumber mengapa perubahan sangat berbeda? Salah satu penyebabnya yaitu dunia ini semakin tua dan perubahan cuaca sering tak terduga bahasa gaulnya itu loh “Global warming” atau apalah itu gais.

Jadi berfikir sejenak kok bisa ada istilah “Global warming” penyebabnya apa pula itu bah?
Ya salah satunya kita ini kurang adanya kesadaran diri…. Lho kok bisa?
Wes lah gak usah saling menyalahkan yuk cari cermin yang besar dan berdiri depan cermin, nah itu orangnya yang ganteng dan canti-catik kece sekece-kecenya tapi kurang adanya kesadaran dan sering membuat kesalahan sehingga mengakibatkan kerusakan pada ozon! Hayoo, masih belum ngaku juga?

Baiklah…!
Aku kupas contoh sederhananya kalau masih belum ngeh juga ya! Kamu yang masih berdiri di depan cermin bergaya blo’on atau emang blo’on beneran hehehe


********

Aku mau cerita sedikit pengalaman tentang plastik. Dih kok ngebahas plastic? Apa hubungannya plastic dengan global worming cint?
Ya! Jelas adalah… masak ada adalah. :P

Plastik yang biasanya lu pada dapet gratisan saat belanja jelas ada kaitannya dengan global warming. Lu biasanya dapet plastik setiap kali belanja di warung, pasar, sualayan atau di tempat yang ada mart-mart nya itu berhubungan erat dengan global warming. Apalagi yang suka main bakar aja sampah plastic dapet gratisan.
Gw gak mutlak nyalahin lu lu semua sih dulu gw sebelum ngeh juga gitu hehe

Tapi sekarang setelah berada di Negara maju yang ngeh tentang ini gw udah berubah alhamdullilah gais. Makanya gw mau berbagi pada lu lu yang masih berdiri di depan cermin tadi hehe.

Bukan gw banding-bandingin Negara kita dengan Negara maju tapi ini ambil sisi positifnya demi kebaikan kita semua. Dih gaya bahasanya jadi berubah lu-lu, gw-gw… Eh! Jangan pada menghujat yee gais. Gw yakin kok lu pada orang-orang baik, kece dan gaul kayak gw hahaa

Jadi gini gais pengolahan plastik yang lu dapat gratisan itu,  memakan waktu yang panjang dan bahan yang lumayan mahal. Prosesnya sendiri sudah sangat menggangu lingkungan ditambahi lagi plastiknya lu bakar cuma-cuma ya sudah pasti kan lama kelamaan merusak lapisan ozon.
Dari sini lu yg masih berdiri di cermin pasti udah ngeh kan? Ente padakan cerdas… pastilah ngeh ya?

Kemaren aku baru baca status anak masiswa di Indonesia, smester awal kayaknya cowok kece… *Sumpeh kece banget sama kecenya kayak yang masih berdiri di cermin hehe.
 
“Belanja habis 50 ribu gak dikasih plastik, baru kali ini belanja di Xmart kayak gini”

Begitu bunyi statusnya kurang lebih. Dari status yang sekilah aku baca itulah puny aide menuliskan sedikit pengalamanku ketika berada di Taiwan yang notabetnya Negara maju masyarakatnya punya kesadaran tinggi akan hal-hal kecil namun memiliki manfaat yang luar biasa salah satunya hal  seperti antri dan juga hal ini serta  lain-lain, yang lain bahas lain kali aja gais.

Sekali lagi aku tekankan ya gais…. Aku bukan membanding-bandingkan jika itu positif mengapa kita tak ambil sebagai contoh dan tularkan? OK! Dari sini masih setuju ya? Kalau setuju saya lanjutkan.

Di Taiwan gais, mau belanja habis NTD 1.000.000 (Baca: Satu juta New Taiwan Dolar) Plastik yang sepele pun harus beli gais. Harganya 1 plastik NTD. 1 sampai NTD 2 sekitar Rp.800.

Kebiasaan di sini belanja bawa plastik sendiri jika tidak bawa ya terpaksa harus beli. Gak ada ceritanya gratis gais. Kebayang kan selama 7 tahun saya di Taiwan sudah kebiasaan hal itu.
Maka ketika aku pulang ke Indonesia, aku belanja di Y Mart saya menolak di beri plastik malah terkadang dikira aku aneh.
Begitu pula dengan kakakku yang aku jelaskan agar membawa plastik sendiri ketika belanja dengan entengnya menjawab: Entar di tempat belanja juga di kasih.

Nah, kan? …..
Come on! Gais…. Kita harus sadar akan ramah lingkungan agar alam ini bersahabat dengan kita. Memang kalian belum merasakannya kah perubahan alam sedikit demi sedikit namun pasti ini?
Kasihan dunia yang semakin tua ini rusak karena ke-egoisan kita sendiri iya kan?

Kakaku yang tadinya belanja selalu meminta plastik gratisan setelah sering aku jelaskan pelan-pelan mulai berubah. Apalagi ketika aku pulang kukasih plastik bag buatan sendiri dan plastik bag dapat hadiah. Alhamdullilah.

Yuk, mari sahabat yang kece, baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung, kita belajar dari hal-hal sederhana untuk manfaat yang luar biasa. Nggak sulit kok jika kita mau berusaha. InshaAllah, Allah memudahkan Aamiin.

Nah, jika kita mengurangi penggunaan plastik itu berarti kita mengurangi proses pembuatannya pula bukan dengan begitu kita bisa menekan hal-hal yang akan merusak ozon sehingga memperlambat global warming itu gais.


Cie-cie yang udah mulai ngeh... nyengir-nyengir kuda orangnya. Udah nyengir aja yang lebar gak apa gais.
Tapi setelah nyegir harus berubah ya.... kita belajar bareng-bareng untuk ramah lingkungan.


Salam

S3 Always Smile



 

Jumat, 04 Desember 2015

Cinta, Halalkan Aku Atau Putuskan!



 Aku hanya seorang wanita biasa yang mencoba untuk bahagia walau aku tau kebahagiaan itu kita sendiri yang menciptakan. Bisnis yang kurintis mengalami masalah, tidak serius namun cukup mengganggu konsentrasi studyku. Bagaimana pun itu modal yang kupinjam dari kedua orang tuaku dan aku harus mengembalikannya. Baiklah! Aku harus cari cara agar bangkit serta menggenjot laju bisnisku ini. 

 Setelah lulus SMA aku memang tak mau lagi merepotkan orang tuaku aku berusaha hidup  mandiri walau kedua orang tuaku berkecukupan.

“Aku ingin mandiri yah, bolehkan aku meminjam modal untuk usaha?”

Kala itu ayah mencerca dengan berbagai pertanyaan hingga akhirnya ia memberikan pinjaman modal untukku.
Ah, begitulah orang tua walau banyak pertanyaan dan terkesan keberatan tetap saja mau memberi tanpa mengharap kembali.

 Dari sinilah aku  memulai kehidupan layaknya wanita dewasa. Aku rintis usaha sambil kuliah terkadang aku merasakan letih yang luar biasa hingga terkadang aku putus asa dan ingin kembali meminta kepada orang tua.

Ah! Dasar anak manja! Kapan kau mau berhasil jika mengandalkan orang tua? Ayo semangat. Kucoba menyemangati diri sendiri dalam situasi sesulit apa pun.


“Assalamu’alaikum.”
Suara di balik pintu rumah sewaanku, iya aku menyewa sebuah rumah kecil dekat dengan kampus dan dekat dengan  tempat usahaku.

“Wa’alaikum salam,” jawabku sambil kubuka pintu.

“Eh kamu Wina, mari masuk.”

Wina memang berjanji datang malam ini untuk membawa temannya yang bersedia mengalihkan isi tokonya kepadaku. Menurut info dari wina ia akan menutup tokonya karena ia akan pindah ke luar kota. Entahlah itu tidak penting bagiku. Yang terpenting tokoku yang hampir mati bisa bernafas  kembali dengan syarat tidak kubayar cash.

“Yen, ini kenalkan temanku yang aku ceritakan tempo hari,” Wina melirik ke arah temannya.

“Tio,” Sambil mengulurkan tangannya kepadaku. 

“Yeni,” kusambut uluran tangannya.

Kami pun larut dalam obrolan seputar usaha dan jual beli. Hingga akhirnya mereka meninggalkan rumahku dengan membawa kesepakatan bersama.

*******

 Alhamdullilah usaha yang kujalankan sudah memiliki 3 cabang di beberapa daerah modal pinjaman kepada orang tua pun sudah kubayar lunas tak terasa 2 tahun sejak Wina dan Tio datang membantu semua berubah, tapi entahlah kemana mereka? Mungkin sibuk dengan kesibukan masing-masing. Sesekali Wina masih menelponku tapi tidak untuk Tio.

  kini kuliahku pun sudah memasuki tahap skripsi yang membutuhkan waktu serta konsentrasi ekstra. Aku pun tak begitu peduli dengan Aries kekasihku karena dia pun sibuk di kesatuannya. Iya, dia seorang TNI Kostrad AD yang bertugas di Surabaya. Sudah hampir 2 tahun kami pacaran namun belum ada kejelasan aku memilih menyibukkan diri dengan bisnis dan kuliahku.
Pernah suatu hari aku meminta putus darinya. Tapi dia tetap tak mau melepasku.

“Tunggulah sebentar lagi sayang, aku akan melamar ke rumah orang tuamu. Kamu tau kan saat ini bukan waktu yang tepat bagi kita. Tugasku belum selesai.”

Dia selalu memintaku untuk sabar menunggu. Aku percaya padanya karena dia adalah teman masa SMA aku pun tidak banyak merisaukannya aku tahu benar karakter pribadinya.
“Begitulah cinta deritanya tiada berakhir!”
Begitulah cinta terkadang kita dibuat gila namun tetap menikmati kegilaan itu. Bagiku Aries memiliki mahnet tersendiri aku tak bisa marah padanya meskipun berminggu-minggu tanpa kabar aku tetap percaya padanya apa yang ia lakukan pasti kegiatan positif.

*************


   Hari minggu seperti biasa aku membereskan rumah kecil sewaanku setelah semua bersih aku mandi dan berdandan. Ingin pergi jalan-jalan melepas penat ke tepi pantai. Sengaja sebelum pergi aku siapkan makanan ringan serta alas tikar yang sudah tersusun rapi siap kumasukkan di bagasi mobil pribadiku. 

Ting tong….

Bell pintu rumah berbunyi siapakah gerangan yang datang? Aku tak ada janji dengan siap-siapa hari ini. Ku buka pintu. Alangkah terkejutnya aku melihat kedatangan Wina, Tio dan 1 lagi kawannya yang tidak u kenal.

“Hi... Kemana aja kalian? Lama tak ada kabar!” Serbuku sambil kupersilahkan masuk.

“Iya nih Yen, sibuk dengan alur hidup,” Wina menjawab sekenanya.

Tio yang cool memang terkesan pendiam tak banyak bicara.
“Oh, iya kenalkan ini pacarku.”
Wina mengenalkan Rendy kepadaku kami pun berjabat tangan dan saling senyum.

“Eh kalian mau ikut gak, kebetulan aku udah siap-siap mau jalan nih ke pantai mumpung cuaca cerah,” ajakku.

“Aku udah siapin bekal dan tikar nih, gimana,” lanjutku.

Mereka saling pandang hingga akhirnya menyetujui ajakanku. Kami pun meluncur ke pantai. Kami menghabiskan senja bersama canda tawa mewarnai menambah indahnya suasana.

****************