Kamu pun sedang sibuk
menata juga merapihkan awan kehidupan
agar pelangi tak terputus
bulan bintang tak jemu
temani do’a menggenangi telaga cita-cita
menata juga merapihkan awan kehidupan
agar pelangi tak terputus
bulan bintang tak jemu
temani do’a menggenangi telaga cita-cita
Pada tiap kabut menyelimuti rinduku
laksana cahaya kilat
dirimu hadir membalut indahnya
altar-altar pujangga cinta
Bersama puisi asmara
yang selalu kurangkai dalam prosa
pada lembaran dedaunan hari-hariku
melepaskan simpul yang kian jelas pembatas
Biarkan saja!
Lupakan…lupakanlah,
Aku tak mampu lakukan itu
Birunya langit tak kan jemu berawan
walau kisah ini diam terbiar
percayakan tuhan yang akan memasangkan radar
#12-09-2013