Laman

Rabu, 19 Agustus 2020

Pasrahku padaMu

 Rabu, 19 Agustus 2020


Pasrahku kepadaMu. Tuhan. 

Hidup layaknya sebuah kapal di lautan. Yang mana antara penumpang dan nahkoda satu tujuan. 

Nahkoda bertugas mengantarkan penumpangnya ke suatu tujuan. Nahkoda harus fokus, tangguh, kuat dengan berbagai rintangan. Ancaman arus, ombak kencang, bahkan ancaman terdahsyat sekali pun. 

Nahkoda wajib berpegang teguh dengan tujuan menghantarkan penumpang dengan selamat. 

Seorang nahkoda harus kuat ia harus punya kendali mengendalikan kapal sekali pun dalam keadaan tidak menentu. 

Bagaimana jika nahkoda lemah, kapal oleng sedikit terkena ombak saja sang nahkoda kehilangan arah? 

Penumpang akan menuntut kepada sang nahkoda: Bagaimana ini? Ayo kembali ke tujuan, aku takut tersesat terombang ambing oleh ombak tak tentu arah. Penumpang merasakan kapal mulai oleng tak tentu arah maka penumpang akan riuh. 

Seorang nahkoda harusnya kuat dan berpegang teguh punya keyakinan dan iman yang besar jangan sesekali nahkoda menyeburkan diri ke dalam lautan lepas. 

Bagaimana nasib penumpang jika nahkoda lepas kendali? Apa yang akan terjadi dengan kapal jika nahkoda tak mampu mengontrol diri mengemudikan kapal di lautan? 

Bagaimana nasib penumpangmu? 

Penumpang hanya bisa pasarkan diri kepada illahirobbi. 

Aku kamu layaknya penumpang dan nahkoda. Kapal hanyalah alat untuk mencapai tujuan. 




Senin, 10 Agustus 2020

Ibu Jaman now

 Assalamualaikum teman teman


Di curhatan kali ini aku akan menuliskan unek unek, rasanya sudah sangat penuh butuh diruang kan di suatu wadah untuk mengurangi beban di hati dan otak ya kan. 

Aku sepertinya masuk ke dalam ibu ibu jaman now deh. 

Kok bisa? Iya karena kebanyakan ibu ibu jaman old itu menilai kalau ibu jaman now itu pemalas hanya karena dilihat dari satu sisi. Sisi apa itu? 

Jadi gini pas ibu jaman  old datang dan bertandang ke kediaman kami. Pasti komen rumah berantakan, kotorlah inilah itulah... 

Hello.. 

Serius beberapa temanku yang sealiran dengan pemikiran.

Entar lanjut lagi ya... anakku panggil2 maklum urus dua batita ahhaha

Ok lanjut ... 


Jadi ibu ibu jaman old (read: kebanyakan tidak semua ibu jaman old ya. Namun yang saya jumpai memang kebanyakan gampang bilang in ibu jaman now itu pemalas) 

Udah ini kan saya nulis buat sharing saja. Terutama yang sealiran dengan pemikiranku. Kalau yang berseberangan tolong jangan tersinggung apalagi baper kemudian ngegas marah gak terima nanti sakit hati pula. 

Ibu ibu jaman now itu memilih menemani anak, membaca buku bermain edukasi oleh karena itu sebagian juga memilih untuk full day at home. 

Jadi kalau cuma lihat berantakan, tidak bersih saat kalian datang kemudian sudah kalian menilai malas, jorok sungguh itu tidak efesien dan tidak efektif deh. 

Kalau pun ada waktu saya memilih untuk baca buku ketimbang tiap hari harus nyapu ngepel, nyetrika hahaha 

Tulisan ini mah bukan untuk siapa pun 

Tapi untuk terapi diri saya sendiri agar mengurangi memory penyimpanan. Saya bisa saja membalikkan kata-kata kepada siapa pun tapi apa? Saya gak mau jika aku banyak bicara menyakiti orang makanya saya memilih menulis di blog pribadi jangan baca kalau baper.

Setiap orang punya pilihan dalam menjalani hidup. Aku gak pernah tu menilai seseorang kalau lihat mereka rapih bersih tapi anaknya rember (ini misal ya) 

Atau rumahnya rapih, bersih, tapi makannya beli terus, atau giliran jaga anaknya alakadarnya misal ya pokoknya manusia itu tak bisa sempurna semua bisa dihandle sendiri. Kalau ada alangkah perfect nya manusia itu. 

Kalau pun ibu ibu jaman old menilai saya malas, jorok ya silahkan. Itu hak kalian. Yang penting anak anak saya keurus, saya temani bermain, saya punya waktu membacakan buku buat mereka, punya waktu mendongengi mereka, bisa mendengarkan mereka bercerita. Dan saya tidak membiarkan anak2 saya bermain hape atau nonton sendiri sedang saya sibuk beberes rumah! Bukan gue banget!! 

So 

Tidak sepemahaman dengan saya is ok tapi gak perlu tersinggung, marah, baper. 

Silakan mau menilai apa pun tentang diri saya. Emang gue pikirin? Mending fokus bayar utang hehehe 

Ok gaes banyak ibu ibu jaman now curhat sama nasib nya seperti saya. Yang dikatain ibu ibu jaman old pemalas. Santuy ... Dan enjoy saja disambi baca novelnya Tere Liye atau gak disambi dengarkan ilmu parenting di youtube. 

Nah kalau ada waktu sisa dan gak capek baru deh bebenah. Ya kan .... Gitu aja kok dijadikan repot hidup ini. 

Buat ibu ibu jaman old kalau mau beberes biar bersih terus rumahnya ya silakan saya angkat topi dan hormat. 

Kalian luar biasa. Tanpa ibu ibu jaman old tak akan ada ibu jaman now. Lope you lah para ibu ibu di dunia. 

Ibu jaman now

Jumat, 07 Agustus 2020

Ceritaku Hari Ini Agustus 2020

 Assalamualaikum,kawan. 


Aku mau cerita. Cerita bumil sekaligus busui. 

Dua batita dan hamil muda. Sungguh aku bersyukur disetiap kehamilanku tak pernah mengalami yang namanya morning apalah itu ... 

Alhamdulillah aku sehat baik baik saja, pernah sih lemas pusing dikit. Tapi tidak setiap hari. 

So... 

Aku masih bisa menjaga kedua anakku yang masih batita dan masak juga beberes tapi you know lah tidak semua bisa benar benar beres bahkan setiap hari seperti rumah tak terawat berantakan dimana mana. 


Sedih sekali jika pas ada orang datang dan beranggapan aku malas, jorok dan bla bla bla .. Aku hanya bisa mengelus dada dan istiqfar semoga aku bisa sabar walau kadang sakit nyesak di dada atas penilaian orang. 

Ya sudahlah terima saja toh Allah maha tahu. Karena orientasiku bukan sekedar itu. Biarlah Allah saja yang menilai. 


Baik

Aku akan cerita hari ini. Hari ini kedua anakku rewel entah apa yang menyebabkan mereka tak bisa kusambi, maunya aku mainan sama mereka saja. Bahkan si kecil tidur aku cepat cepat ke dapur melanjutkan apa yang bisa dikerjakan baru 5 menit bangun dan menangis. Aku hanya bisa memasakkan mereka itu pun sambil gendong si kecil yang baru berusia 9 bulan. 

Pagi aku sendiri sudah sarapan buah. Sampai pukul 9.30 belum juga bisa beraktifitas selain bermain bersama mereka. Perut lapar aku watshap tetangga warung belum bikin makanan katanya sedang sibuk membantu anaknya mengerjakan tugas sekolah. Akhirnya iseng buka aplikasi gofood mau pesan di gofood saja, ketemu kuotie apalah itu namanya kulit pangsit isi ayam.... Aduh mahal sekali 1 biji empat ribu, kalau aku beli 10 udah 40ribu. Jiwa emak emak ku meronta. Akhirnya kuajak anak anak jalan ke warung sayur di ujung komplek lumayan lah jalan kaki sembari olahraga. 

Sebelum belanja kubuka youtube cara dan resep masakan tersebut kemudian kucatat apa saja yang harus ku beli. 

Kubeli semua bahan yang dibutuhkan sesampainya di rumah kubawa anak anak ke dapur semua kemudian aku mulai mengolah. Niat hati watshap teman rasa saudaraku yaitu mbak Lia. Baru saja mau ambil hp di kamar terdengar dari pintu pagar, "Assalamu alaikum, Khairu." 

MasyaAllah 

Allah sudah gerakkan kakinya kemari. Mbak lia datang bersama anaknya yang juga masih batita. Subhanallah. Kadang aku sering meleleh dibuatnya. Ia yang sering datang membawakan makanan saat aku lapar. Entah dengan apa aku berterima kasih. Hanya syukur yang bisa terucap semoga Allah selalu membalas kebaikannya. 

Akhirnya masak dibantu sama mbak Lia. Bahkan ia yang melanjutkan sampai selesai. Untuk makan siang kami. Kami makan bersama. 

Bahagia sebenarnya sangat sederhana. Cukup ada orang yang pengertian dan perhatian ke kita. Selalu ada buat kita saat susah senang. Biar kita banyak kekurangan tapi ia mau berteman dengan kita tidak berpaling atau berkhianat. 

Allah maha mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Lahaula walakuwata illabillah. 

Malam ini aku merindukan ibuku. Andai saja ia masih ada pasti ia akan selalu kawatir dan menanyakan apakah aku sudah makan? Apakah cucu cucunya sehat setiap harinya. 

Sayangnya ibuku telah tiada. Di sini di tempat tinggalku yang baru aku tak kenal siapa siapa di perumahan ini hanya ada satu teman rasa saudara yaitu mbak Lia. MasyaAllah 

Dialah yang selalu menanyakan keadaanku. Sering ia yang menanyakan apakah aku sudah makan? Apakah aku baik baik saja. 

Aku disini cuma ikut suami jauh dari keluarga dan saudara saudaraku. Namun Allah kirimkan teman rasa saudara yang MasyaAllah. Alhamdulillah ya Allah. 


Kawan, siapa pun kalian yang sempat baca ini tolong bantu doa agar Allah beri aku umur panjang bisa jaga, merawat, mendidik dan mengantarkan anak anakku hingga dewasa dan menikah. Agar aku bisa memastikan anakku jatuh ketangan yang tepat, lelaki yang baik, baik hatinya, baik agamanya, baik akhlaknya. Lembut tutur bahasanya, lisannya, perilakunya hatinya tanggung jawab dan amanah. Serta dari keluarga baik baik. Selalu dikelilingi orang orang yang baik. Dijauhkan dari orang yang jahat dan berniat jahat serta dijauhkan dari takdir yang buruk. 

Aamiin Ya Allah. 

Doakan doakan bantu doa ya, kawan. 

MasyaAllah wal hamdullilah 

Terima kasih